Latest Products
Showing posts with label Tas. Show all posts
Showing posts with label Tas. Show all posts

Hanya Perlu Jempol Untuk Cari Duit

Good morning sister and brother...
How are you? Wish you all fine and get a nice dreams last night. Aamiin.

Setelah absen sehari kini ulasan saya nongol lagi disini. Iya sista bro, kemarin saya meliburkan diri untuk bersilaturahmi ke rumah sahabat lama suami saya. Sekalian mampir dan menginap di ortu angkat suami saya. Itung-itung buat nambah rejeki, saudara, dan umur. Bukan begitu manfaat silaturahmi?

Nah cukup cerita singkatnya, mari mengulas tentang judul di atas "Hanya Perlu Jempol Untuk Cari Duit". Waaooow...

Bro and sista, siapa bilang cari duit itu susah? Siapa bilang cari duit itu sulit? Nah kalo anda bilang seperti itu berarti anda sudah KUNO, iya seperti saya ini. hahaha...
Ternyata nyari DUIT alias UANG di era dan jaman CANGGIH seperti sekarang itu hanya butuh "modal jempol" loh... Gak percaya?? Inget "cuma butuh modal jempol", bukan modal dengkul loh. hahaha...

Gini gini gini... Apakah anda punya gadjet smartphone? Apakah anda punya akun social media semisal FACEBOOK, TWITTER, dan GOOGLE+? Apakah anda sering melihat di beranda medsos anda, ada seorang teman menawarkan sebuah produk? Apakah anda sering membuka blog atau website yang isinya menjual barang atau jasa seperti blog saya ini? Jika iya, maka teman anda itu sedang menggunakan "modal jempol"-nya untuk mencari duit sebanyak-banyaknya. Iya kan? Teman anda itu dan berjuta-juta orang lain termasuk saya, sedang memanfaatkan teknologi maju yang disebut jaringan internet untuk berbisnis. Dari binis kecil-kecilan hingga bisnis bernilai milliaran. Dan karena kemajuan teknologi juga, mereka tak perlu repot. Hanya dengan jempol saja mereka bekerja. Tentunya dengan smartphone, tablet, atau gadget lain di tangan mereka. hehe... Itulah "BISNIS ONLINE".

Sebenernya sist bro, meskipun menggunakan dunia maya prinsip-prinsip ekonomi konvensional dalam bisnis online tetep saja berlaku loh. Misalnya hukum supply and demand. Makin tinggi permintaan dan ketersediaan barang makin rendah, harga akan makin naik. Lalu jika di dua tempat berbeda, barang yang sama memiliki selisih harga pasar yang berbeda yang selisihnya lebih dari biaya transportasi maka disitu terdapat peluang mencari untung.

Apa benar hanya dengan "MODAL JEMPOL" dalam "BISNIS ONLINE" kita akan segera mendapat duit banyak, sukses dan kaya?? Ach... Helloww, semua orang termasuk saya juga mau kalo gitu. hehee...

Tentunya dibutuhkan modal lain sob. Gadget anda harus megang, meski cuman minjem. haha... Lalu yang paling penting KEMAUAN dan KERJA KERAS. Dengan kemauan kita akan mendapatkan peluang. Dengan kerja keras, kita akan buat seuatu yang tak mungkin menjadi mungkin.

Ach itu TEORI. Iya benar sekali. Yang saya ulas di atas memang cuman TEORI. Coba anda praktekkan, pasti jadi nggak cuma teori saja. hihii... Lalu bagaimana jika SAYA TAK PUNYA MODAL DUIT? Itu mah gampang, yang penting anda mau belajar tentang cara-cara menawarkan produk dengan baik. Lalu putuskan anda untuk menjadi "MARKETING FREELANCE" pada sosmed anda. Bahasa gaulnya MAKELAR. Anda tak perlu belanja barang yang akan anda jual. Cukup buatlah relasi yang baik dengan para produsen, agar anda diijinkan menjualkan barang mereka. Ya kan kan kan?? Naah, apakah anda tertarik?? Jika iya anda bisa segera memulainya. Langkah-langkahnya bisa anda baca pada artikel saya sebelumnya dengan KLIK DISINI. Jika berkenan baca pula Tips Langkah Sukses Berbisnis Online dengan KLIK DISINI. 

Itu tadi ulasan saya mengenai "Hanya Perlu Jempol Untuk Cari Duit". Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat.

**************






TAS RAJUT HANDMADE

Tas unik ini dibuat dari bahan benang woll. Dengan character emoticon yang menawan akan membuat si pemiliknya tampil beda. Just order and you will be part of our hearth.

Rp.200.000,00
Good morning sister and brother...
How are you? Wish you all fine and get a nice dreams last night. Aamiin.

Setelah absen sehari kini ulasan saya nongol lagi disini. Iya sista bro, kemarin saya meliburkan diri untuk bersilaturahmi ke rumah sahabat lama suami saya. Sekalian mampir dan menginap di ortu angkat suami saya. Itung-itung buat nambah rejeki, saudara, dan umur. Bukan begitu manfaat silaturahmi?

Nah cukup cerita singkatnya, mari mengulas tentang judul di atas "Hanya Perlu Jempol Untuk Cari Duit". Waaooow...

Bro and sista, siapa bilang cari duit itu susah? Siapa bilang cari duit itu sulit? Nah kalo anda bilang seperti itu berarti anda sudah KUNO, iya seperti saya ini. hahaha...
Ternyata nyari DUIT alias UANG di era dan jaman CANGGIH seperti sekarang itu hanya butuh "modal jempol" loh... Gak percaya?? Inget "cuma butuh modal jempol", bukan modal dengkul loh. hahaha...

Gini gini gini... Apakah anda punya gadjet smartphone? Apakah anda punya akun social media semisal FACEBOOK, TWITTER, dan GOOGLE+? Apakah anda sering melihat di beranda medsos anda, ada seorang teman menawarkan sebuah produk? Apakah anda sering membuka blog atau website yang isinya menjual barang atau jasa seperti blog saya ini? Jika iya, maka teman anda itu sedang menggunakan "modal jempol"-nya untuk mencari duit sebanyak-banyaknya. Iya kan? Teman anda itu dan berjuta-juta orang lain termasuk saya, sedang memanfaatkan teknologi maju yang disebut jaringan internet untuk berbisnis. Dari binis kecil-kecilan hingga bisnis bernilai milliaran. Dan karena kemajuan teknologi juga, mereka tak perlu repot. Hanya dengan jempol saja mereka bekerja. Tentunya dengan smartphone, tablet, atau gadget lain di tangan mereka. hehe... Itulah "BISNIS ONLINE".

Sebenernya sist bro, meskipun menggunakan dunia maya prinsip-prinsip ekonomi konvensional dalam bisnis online tetep saja berlaku loh. Misalnya hukum supply and demand. Makin tinggi permintaan dan ketersediaan barang makin rendah, harga akan makin naik. Lalu jika di dua tempat berbeda, barang yang sama memiliki selisih harga pasar yang berbeda yang selisihnya lebih dari biaya transportasi maka disitu terdapat peluang mencari untung.

Apa benar hanya dengan "MODAL JEMPOL" dalam "BISNIS ONLINE" kita akan segera mendapat duit banyak, sukses dan kaya?? Ach... Helloww, semua orang termasuk saya juga mau kalo gitu. hehee...

Tentunya dibutuhkan modal lain sob. Gadget anda harus megang, meski cuman minjem. haha... Lalu yang paling penting KEMAUAN dan KERJA KERAS. Dengan kemauan kita akan mendapatkan peluang. Dengan kerja keras, kita akan buat seuatu yang tak mungkin menjadi mungkin.

Ach itu TEORI. Iya benar sekali. Yang saya ulas di atas memang cuman TEORI. Coba anda praktekkan, pasti jadi nggak cuma teori saja. hihii... Lalu bagaimana jika SAYA TAK PUNYA MODAL DUIT? Itu mah gampang, yang penting anda mau belajar tentang cara-cara menawarkan produk dengan baik. Lalu putuskan anda untuk menjadi "MARKETING FREELANCE" pada sosmed anda. Bahasa gaulnya MAKELAR. Anda tak perlu belanja barang yang akan anda jual. Cukup buatlah relasi yang baik dengan para produsen, agar anda diijinkan menjualkan barang mereka. Ya kan kan kan?? Naah, apakah anda tertarik?? Jika iya anda bisa segera memulainya. Langkah-langkahnya bisa anda baca pada artikel saya sebelumnya dengan KLIK DISINI. Jika berkenan baca pula Tips Langkah Sukses Berbisnis Online dengan KLIK DISINI. 

Itu tadi ulasan saya mengenai "Hanya Perlu Jempol Untuk Cari Duit". Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat.

**************






TAS RAJUT HANDMADE

Tas unik ini dibuat dari bahan benang woll. Dengan character emoticon yang menawan akan membuat si pemiliknya tampil beda. Just order and you will be part of our hearth.

Rp.200.000,00
Detail

Freya Bag 3.1: Faktor Penghambat Berwirausaha

Artikel ini disadur dari media kompas.com
Semoga bermanfaat.

oleh Muhammad Assad*
@MuhammadAssad 

KOMPAS.com - Jika seseorang bekerja dengan sangat keras, tentu karena ia ingin ada perubahan dalam hidupnya. Kesejahteraan hidup adalah hak setiap orang, dan Allah telah berjanji bahwa Dia akan selalu memberikan hasil sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh hamba-Nya. Jika sang hamba berusaha, tentu ia akan mendapatkan hasilnya. Begitupun jika sang hamba bermalas-malasan, maka hasilnya pun akan sepadan.

Setiap orang mendapatkan waktu 24 jam dalam sehari. Ada yang memanfaatkannya dengan baik, banyak juga yang menyia-nyiakannya. Pintu rezeki Allah selalu terbuka untuk para hamba-Nya yang mau berusaha dengan maksimal. Dan salah satu cara untuk membuka pintu rezeki-Nya adalah dengan berwirausaha. Dalam sebuah ungkapan disebutkan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki berasal dari perdagangan.

Maknanya, lebih dari 90 persen sumber kekayaan berada dalam dunia usaha. Sedangkan sisa 10 persen nya diperebutkan oleh manusia dari berbagai profesi. Dalam bahasa yang sederhana, 9 dari 10 orang kaya di dunia ini adalah seorang pengusaha. Ternyata, teori ini sejalan dengan realitas yang terjadi.

Jika Anda melihat daftar orang terkaya di dunia, Anda akan menemui bahwa lebih dari 90 persen dari deretan tersebut berasal dari dunia usaha. Bill Gates, Warren Buffett, Carlos Slim, Michael Dell  dan George Soros adalah orang-orang terkaya di dunia yang berprofesi sebagai pebisnis dan investor. Begitupun dengan daftar orang-orang terkaya di Indonesia yang lebih dari 90 persen didominasi oleh para pebisnis. Sungguh nikmat rasanya menjadi salah satu dari orang terkaya yang dengan mudahnya mendapatkan apapun yang diinginkan. 

Jika memang menjadi pengusaha itu enak, sudah pasti setiap orang bermimpi untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Namun pertanyaannya, kenapa masih banyak orang yang ingin sekali hidup sukses dan bahagia namun merasa tidak siap menjadi seorang pengusaha? 

Mereka ingin hidup sukses dan berlimpah harta, namun sangat takut saat ingin melangkah. Padahal mereka tahu berwirausaha akan mendatangkan potensi rezeki yang jauh lebih banyak dibanding profesi lainnya.

Ternyata jawabannya adalah, karena adanya faktor penghambat yang sudah mendarah daging yang ditanamkan sejak kecil dan tanpa disadari terbawa hingga dewasa. Pengalaman buruk itu membuat mereka merasa tidak bisa menjadi seorang pengusaha. Padahal, menjadi pengusaha itu bukan tentang bisa atau tidak bisa, melainkan mau atau tidak mau. Saat Anda bertekad bulat ingin menjadi seorang pengusaha, maka tidak ada satupun yang dapat menghentikan keinginan Anda. 

Ada dua faktor penghambat dalam berwirausaha, yang berasal dari keluarga dan sekolah. 

Keluarga adalah tempat terpenting sang anak untuk belajar tentang kehidupan. Didikan yang benar dari orang tua akan memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan sang anak di masa depan nanti. Orang tua harus dapat mengarahkan cita-cita sang anak dengan benar agar mereka bisa mengekspresikan kreativitas serta imajinasinya dengan baik.

Setiap orang tua biasanya akan bertanya kepada anaknya, “Nak, nanti kalau kamu sudah besar ingin jadi apa?” Biasanya sang anak spontan menjawab ingin menjadi astronot, arsitek, dokter, pilot, karyawan, dan berbagai profesi lainnya yang tidak ada sama sekali hubungannya dengan kewirausahaan. Orang tua pun senang dengan jawaban tersebut dan melanjutkan dengan perkataan, “Belajar yang rajin ya biar cita-cita kamu itu menjadi kenyataan.”

Saya pribadi sejak kecil tidak pernah mendengar ada anak yang bermimpi ingin menjadi seorang pemilik rumah sakit, pemilik pesawat terbang, atau pemilik perusahaan besar. Inilah yang akan terus tertanam dalam otak sang anak bahwa menjadi seorang pengusaha itu bukanlah sebuah pilihan karena mereka tidak pernah diperkenalkan dengan hal-hal tersebut sejak kecil.

Selain itu, banyak dari orang tua yang mengukur kesuksesan sang anak hanya dari hal-hal yang bersifat linier. Anak akan dipuji jika dia mendapat ranking 1 atau nilai rapornya 10. Apa yang dilakukan oleh orang tua ini bisa ‘membunuh’ kemampuan kreativitas dan imajinasi sang anak, karena secara tidak langsung mereka dipaksa untuk terus memaksimalkan otak kirinya tanpa memberikan ruang otak kanan untuk berkembang.

Hal lainnya yang sering dilakukan oleh orang tua adalah melarang anaknya melakukan sesuatu yang menjadi kesenangan mereka. “Jangan!” adalah kata yang paling sering diucapkan oleh orang tua kepada sang anak. Saat anak ingin naik sepeda, orang tua bilang “Jangan, nanti jatuh!” Saat anak ingin bermain pasir, orang tua bilang, “Jangan, nanti kotor!” Saat anak ingin mewarnai gajah dengan warna ungu, orang tua bilang, “Jangan, itu salah!” Dan berbagai larangan lainnya yang secara tidak langsung akan membatasi kreativitas otak kanan sang anak.

Akibatnya, mereka hanya akan melakukan kebiasaan yang sudah biasanya terjadi sama dengan apa yang dilakukan oleh anak-anak kebanyakan. Saat dewasa pun, sang anak akan mengikuti apa yang sudah terjadi di masyarakat seperti mengantri untuk melamar pekerjaan di kantor-kantor, karena seperti itulah yang sudah dia lihat sejak kecil. Mereka akan beranggapan bahwa menjadi pengusaha itu tidak benar karena tidak pernah diperkenalkan sejak kecil.

Anggapan seperti inilah yang harus dihilangkan dan diganti dengan sebuah pemahaman bahwa menjadi seorang pengusaha adalah salah satu profesi yang baik dan dapat membawa kebaikan bagi diri dan juga lingkungan sekitar. 

Sekian bagian pertama dari tulisan ini. Pembahasan selanjutnya akan saya tuliskan di edisi Youngpreneur Rabu depan.. Have a good day!

Bersambung...


Freya Bag 3.1

Tas ini berukuran 30x20x4 cm, berbahan kulit sintetis luar dalam (dobel) yang lembut dan elastik. Bagian dalam terdiri dari 1 ruang plus 1 kantong sletting kecil. Tas ini merupakan tas karya anak bangsa, produksi lokal Banjarnegara. Jika sista suka dengan warna lain, sista bisa pesan dengan request warna yang berbeda. Tas ini sangat cocok buat anda yang menyukai penampilan yang fashionable. Monggo diorder mumpung harga masih PROMO, hanya 150rb, sebelum harga naik. Chat aja di 51A7070E (bbm) atau 085743025343 (sms). Trimakasih bagi yang sudah order, akan segera kami kirimkan. Have a nice day sist.

Rp.150.000,00
Artikel ini disadur dari media kompas.com
Semoga bermanfaat.

oleh Muhammad Assad*
@MuhammadAssad 

KOMPAS.com - Jika seseorang bekerja dengan sangat keras, tentu karena ia ingin ada perubahan dalam hidupnya. Kesejahteraan hidup adalah hak setiap orang, dan Allah telah berjanji bahwa Dia akan selalu memberikan hasil sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh hamba-Nya. Jika sang hamba berusaha, tentu ia akan mendapatkan hasilnya. Begitupun jika sang hamba bermalas-malasan, maka hasilnya pun akan sepadan.

Setiap orang mendapatkan waktu 24 jam dalam sehari. Ada yang memanfaatkannya dengan baik, banyak juga yang menyia-nyiakannya. Pintu rezeki Allah selalu terbuka untuk para hamba-Nya yang mau berusaha dengan maksimal. Dan salah satu cara untuk membuka pintu rezeki-Nya adalah dengan berwirausaha. Dalam sebuah ungkapan disebutkan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki berasal dari perdagangan.

Maknanya, lebih dari 90 persen sumber kekayaan berada dalam dunia usaha. Sedangkan sisa 10 persen nya diperebutkan oleh manusia dari berbagai profesi. Dalam bahasa yang sederhana, 9 dari 10 orang kaya di dunia ini adalah seorang pengusaha. Ternyata, teori ini sejalan dengan realitas yang terjadi.

Jika Anda melihat daftar orang terkaya di dunia, Anda akan menemui bahwa lebih dari 90 persen dari deretan tersebut berasal dari dunia usaha. Bill Gates, Warren Buffett, Carlos Slim, Michael Dell  dan George Soros adalah orang-orang terkaya di dunia yang berprofesi sebagai pebisnis dan investor. Begitupun dengan daftar orang-orang terkaya di Indonesia yang lebih dari 90 persen didominasi oleh para pebisnis. Sungguh nikmat rasanya menjadi salah satu dari orang terkaya yang dengan mudahnya mendapatkan apapun yang diinginkan. 

Jika memang menjadi pengusaha itu enak, sudah pasti setiap orang bermimpi untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Namun pertanyaannya, kenapa masih banyak orang yang ingin sekali hidup sukses dan bahagia namun merasa tidak siap menjadi seorang pengusaha? 

Mereka ingin hidup sukses dan berlimpah harta, namun sangat takut saat ingin melangkah. Padahal mereka tahu berwirausaha akan mendatangkan potensi rezeki yang jauh lebih banyak dibanding profesi lainnya.

Ternyata jawabannya adalah, karena adanya faktor penghambat yang sudah mendarah daging yang ditanamkan sejak kecil dan tanpa disadari terbawa hingga dewasa. Pengalaman buruk itu membuat mereka merasa tidak bisa menjadi seorang pengusaha. Padahal, menjadi pengusaha itu bukan tentang bisa atau tidak bisa, melainkan mau atau tidak mau. Saat Anda bertekad bulat ingin menjadi seorang pengusaha, maka tidak ada satupun yang dapat menghentikan keinginan Anda. 

Ada dua faktor penghambat dalam berwirausaha, yang berasal dari keluarga dan sekolah. 

Keluarga adalah tempat terpenting sang anak untuk belajar tentang kehidupan. Didikan yang benar dari orang tua akan memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan sang anak di masa depan nanti. Orang tua harus dapat mengarahkan cita-cita sang anak dengan benar agar mereka bisa mengekspresikan kreativitas serta imajinasinya dengan baik.

Setiap orang tua biasanya akan bertanya kepada anaknya, “Nak, nanti kalau kamu sudah besar ingin jadi apa?” Biasanya sang anak spontan menjawab ingin menjadi astronot, arsitek, dokter, pilot, karyawan, dan berbagai profesi lainnya yang tidak ada sama sekali hubungannya dengan kewirausahaan. Orang tua pun senang dengan jawaban tersebut dan melanjutkan dengan perkataan, “Belajar yang rajin ya biar cita-cita kamu itu menjadi kenyataan.”

Saya pribadi sejak kecil tidak pernah mendengar ada anak yang bermimpi ingin menjadi seorang pemilik rumah sakit, pemilik pesawat terbang, atau pemilik perusahaan besar. Inilah yang akan terus tertanam dalam otak sang anak bahwa menjadi seorang pengusaha itu bukanlah sebuah pilihan karena mereka tidak pernah diperkenalkan dengan hal-hal tersebut sejak kecil.

Selain itu, banyak dari orang tua yang mengukur kesuksesan sang anak hanya dari hal-hal yang bersifat linier. Anak akan dipuji jika dia mendapat ranking 1 atau nilai rapornya 10. Apa yang dilakukan oleh orang tua ini bisa ‘membunuh’ kemampuan kreativitas dan imajinasi sang anak, karena secara tidak langsung mereka dipaksa untuk terus memaksimalkan otak kirinya tanpa memberikan ruang otak kanan untuk berkembang.

Hal lainnya yang sering dilakukan oleh orang tua adalah melarang anaknya melakukan sesuatu yang menjadi kesenangan mereka. “Jangan!” adalah kata yang paling sering diucapkan oleh orang tua kepada sang anak. Saat anak ingin naik sepeda, orang tua bilang “Jangan, nanti jatuh!” Saat anak ingin bermain pasir, orang tua bilang, “Jangan, nanti kotor!” Saat anak ingin mewarnai gajah dengan warna ungu, orang tua bilang, “Jangan, itu salah!” Dan berbagai larangan lainnya yang secara tidak langsung akan membatasi kreativitas otak kanan sang anak.

Akibatnya, mereka hanya akan melakukan kebiasaan yang sudah biasanya terjadi sama dengan apa yang dilakukan oleh anak-anak kebanyakan. Saat dewasa pun, sang anak akan mengikuti apa yang sudah terjadi di masyarakat seperti mengantri untuk melamar pekerjaan di kantor-kantor, karena seperti itulah yang sudah dia lihat sejak kecil. Mereka akan beranggapan bahwa menjadi pengusaha itu tidak benar karena tidak pernah diperkenalkan sejak kecil.

Anggapan seperti inilah yang harus dihilangkan dan diganti dengan sebuah pemahaman bahwa menjadi seorang pengusaha adalah salah satu profesi yang baik dan dapat membawa kebaikan bagi diri dan juga lingkungan sekitar. 

Sekian bagian pertama dari tulisan ini. Pembahasan selanjutnya akan saya tuliskan di edisi Youngpreneur Rabu depan.. Have a good day!

Bersambung...


Freya Bag 3.1

Tas ini berukuran 30x20x4 cm, berbahan kulit sintetis luar dalam (dobel) yang lembut dan elastik. Bagian dalam terdiri dari 1 ruang plus 1 kantong sletting kecil. Tas ini merupakan tas karya anak bangsa, produksi lokal Banjarnegara. Jika sista suka dengan warna lain, sista bisa pesan dengan request warna yang berbeda. Tas ini sangat cocok buat anda yang menyukai penampilan yang fashionable. Monggo diorder mumpung harga masih PROMO, hanya 150rb, sebelum harga naik. Chat aja di 51A7070E (bbm) atau 085743025343 (sms). Trimakasih bagi yang sudah order, akan segera kami kirimkan. Have a nice day sist.

Rp.150.000,00
Detail

Freya Bag 3.0: Uang Bukanlah Segalanya, Tapi...

Met pagi sista, lama tak jumpa. Smoga sista sehat selalu. Aamiin.

Gimana dengan kabar kantong sista semua? Semoga baik-baik saja setelah pak menteri menetapkan harga baru premium dan solar. Ya, kebetulan bagi pengusaha kecil menengah seperti saya, perubahan harga sangat berdampak pada omzet usaha. Tapi mau gimana lagi, lhawong presidennya dia bukan saya, jadi ya sekehendak dia saja. Saya cuma bisa manut (sambil ngegrundel).

Back to laptop sista. Keinginan saya menulis artikel ini bermula pada perdebatan saya dengan seorang teman. Singkat cerita dalam perdebatan tersebut meluncur kalimat dari mulut saya, "uang bukan segalanya." Lalu teman saya menjawab dengan sangat bergelora, "memang uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang," Lantang benar teman saya ini dengan kalimatnya, seolah dialah yang menguasai kebenaran. hehe

Saya hanya diam, dan akhirnya memutuskan untuk menghentikan perdebatan itu. Lalu kemudian renungan demi renungan melintas di benak saya yang kemudian ingin saya tuliskan disini.
Disini saya tak ingin mengajak anda semua men-judge tentang salah benar. Tapi saya akan sajikan 2 kalimat yang memang menarik bagi saya:

"Uang bukan segalanya, tetapi segalanya butuh uang"
"Segalanya butuh uang, tetapi uang bukan segalanya"

Anda lebih memilih yang mana di antara 2 kalimat di atas? Kalimat di atas keduanya memiliki kata yang sama, hanya peletakkan dalam kalimat saja yang berbeda. Meski kata-katanya sama, tapi makna yang disiratkan jelas berbeda.

Lalu? Mari kita beranalogi. Misalkan kamu punya gaji 5 juta per bulan dan hidupmu di Klampok Banjarnegara, tetapi harga bensin 50 ribu per liter (cuma misal), apa kamu akan senang dan puas? Lalu misalkan, kamu tiba-tiba dapat warisan uang senilai 5 Milyar, tapi seketika itu kamu sakit kanker otak yang pengobatannya harus ke RS di Jerman, yang dalam sekali pengobatan kamu harus keluarin 1 Milyar, minimal berobat 10 kali dan tak ada jaminan sembuh, apa kamu senang dengan uang warisan 5 Milyarmu?

Memang betul bahwa tanpa uang kita tidak bisa bangun rumah, beli mobil, atau bahkan pergi haji ke Mekkah. Tapi seringkali dengan bergelimang uang kita belum juga mendapat kesenangan dan kebahagiaan.

Jadi pertanyaan yang harus diajukan adalah "Sebenernya apa tujuan kita mencari dan mengumpulkan uang?" Kalo jawaban saya tentunya "Sebagai sarana menuju kebahagiaan dunia akhirat." Kalo itu juga jawaban anda, maka kita harus bersepakat bahwa materi atau uang itu penting (hanya sebatas sarana), tapi bukan yang terpenting, karena yang terpenting itu kebahagiaan. Fokuslah pada kebahagiaan yang kita ingin gapai, jangan sampai fokus kita hanya pada sarananya saja, karena bisa jadi kita akan tersesat.

Sudah cukup artikelnya, mari simak promosi dari kami:

Freya Exclusive Bag 3.0



Tas ini berukuran 30x20x4 cm, berbahan kulit sintetis luar dalam (dobel) yang lembut dan elastik. Bagian dalam terdiri dari 1 ruang plus 1 kantong sletting kecil. Tas ini merupakan tas karya anak bangsa, produksi lokal Banjarnegara. Jika sista suka dengan warna lain, sista bisa pesan dengan request warna yang berbeda. Tas ini sangat cocok buat anda yang menyukai penampilan yang fashionable. Monggo diorder mumpung harga masih PROMO, hanya 150rb, sebelum harga naik. Chat aja di 51A7070E (bbm) atau 085743025343 (sms). Trimakasih bagi yang sudah order, akan segera kami kirimkan. Have a nice day sist.


Rp.150.000,00
Met pagi sista, lama tak jumpa. Smoga sista sehat selalu. Aamiin.

Gimana dengan kabar kantong sista semua? Semoga baik-baik saja setelah pak menteri menetapkan harga baru premium dan solar. Ya, kebetulan bagi pengusaha kecil menengah seperti saya, perubahan harga sangat berdampak pada omzet usaha. Tapi mau gimana lagi, lhawong presidennya dia bukan saya, jadi ya sekehendak dia saja. Saya cuma bisa manut (sambil ngegrundel).

Back to laptop sista. Keinginan saya menulis artikel ini bermula pada perdebatan saya dengan seorang teman. Singkat cerita dalam perdebatan tersebut meluncur kalimat dari mulut saya, "uang bukan segalanya." Lalu teman saya menjawab dengan sangat bergelora, "memang uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang," Lantang benar teman saya ini dengan kalimatnya, seolah dialah yang menguasai kebenaran. hehe

Saya hanya diam, dan akhirnya memutuskan untuk menghentikan perdebatan itu. Lalu kemudian renungan demi renungan melintas di benak saya yang kemudian ingin saya tuliskan disini.
Disini saya tak ingin mengajak anda semua men-judge tentang salah benar. Tapi saya akan sajikan 2 kalimat yang memang menarik bagi saya:

"Uang bukan segalanya, tetapi segalanya butuh uang"
"Segalanya butuh uang, tetapi uang bukan segalanya"

Anda lebih memilih yang mana di antara 2 kalimat di atas? Kalimat di atas keduanya memiliki kata yang sama, hanya peletakkan dalam kalimat saja yang berbeda. Meski kata-katanya sama, tapi makna yang disiratkan jelas berbeda.

Lalu? Mari kita beranalogi. Misalkan kamu punya gaji 5 juta per bulan dan hidupmu di Klampok Banjarnegara, tetapi harga bensin 50 ribu per liter (cuma misal), apa kamu akan senang dan puas? Lalu misalkan, kamu tiba-tiba dapat warisan uang senilai 5 Milyar, tapi seketika itu kamu sakit kanker otak yang pengobatannya harus ke RS di Jerman, yang dalam sekali pengobatan kamu harus keluarin 1 Milyar, minimal berobat 10 kali dan tak ada jaminan sembuh, apa kamu senang dengan uang warisan 5 Milyarmu?

Memang betul bahwa tanpa uang kita tidak bisa bangun rumah, beli mobil, atau bahkan pergi haji ke Mekkah. Tapi seringkali dengan bergelimang uang kita belum juga mendapat kesenangan dan kebahagiaan.

Jadi pertanyaan yang harus diajukan adalah "Sebenernya apa tujuan kita mencari dan mengumpulkan uang?" Kalo jawaban saya tentunya "Sebagai sarana menuju kebahagiaan dunia akhirat." Kalo itu juga jawaban anda, maka kita harus bersepakat bahwa materi atau uang itu penting (hanya sebatas sarana), tapi bukan yang terpenting, karena yang terpenting itu kebahagiaan. Fokuslah pada kebahagiaan yang kita ingin gapai, jangan sampai fokus kita hanya pada sarananya saja, karena bisa jadi kita akan tersesat.

Sudah cukup artikelnya, mari simak promosi dari kami:

Freya Exclusive Bag 3.0



Tas ini berukuran 30x20x4 cm, berbahan kulit sintetis luar dalam (dobel) yang lembut dan elastik. Bagian dalam terdiri dari 1 ruang plus 1 kantong sletting kecil. Tas ini merupakan tas karya anak bangsa, produksi lokal Banjarnegara. Jika sista suka dengan warna lain, sista bisa pesan dengan request warna yang berbeda. Tas ini sangat cocok buat anda yang menyukai penampilan yang fashionable. Monggo diorder mumpung harga masih PROMO, hanya 150rb, sebelum harga naik. Chat aja di 51A7070E (bbm) atau 085743025343 (sms). Trimakasih bagi yang sudah order, akan segera kami kirimkan. Have a nice day sist.


Rp.150.000,00
Detail

Freya Exclusive Bag 2.0

Freya Exclusive Bag, ukuran 30x25x5cm. Tebuat dari kulit sintetis yang lembut dan elastik. Dengan jahitan tangan (handmade) dijamin awet. Bagian dalam terdiri dari 1 ruang besar dan kantong kecil retsleting berbahan kain furring yang tebal. Tas ini sangat cocok buat anda yang menyukai penampilan yang fashionable. Monggo diorder mumpung harga masih PROMO, hanya 130rb (selama masa promo), sebelum harga naik. Chat aja di 51A7070E (bbm) or 088216015131 (SMS dan Whatsapp).



Terimakasih bagi yang sudah order. Segera kami kirimkan.

Rp.150.000,00
Freya Exclusive Bag, ukuran 30x25x5cm. Tebuat dari kulit sintetis yang lembut dan elastik. Dengan jahitan tangan (handmade) dijamin awet. Bagian dalam terdiri dari 1 ruang besar dan kantong kecil retsleting berbahan kain furring yang tebal. Tas ini sangat cocok buat anda yang menyukai penampilan yang fashionable. Monggo diorder mumpung harga masih PROMO, hanya 130rb (selama masa promo), sebelum harga naik. Chat aja di 51A7070E (bbm) or 088216015131 (SMS dan Whatsapp).



Terimakasih bagi yang sudah order. Segera kami kirimkan.

Rp.150.000,00
Detail
 
Support : Iklan Baris | Top 3 | AT Society | NC
Copyright © 2011. Toko Kirana - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger